Ternak Lele Sistem Bioflok Tingkatkan 10x Lipat Hasil Panen Lho

Sumber artikel diambil dari : https://duniaterpal.com/panduan-ternak-lele-bioflok/

Foto : de’papuyu farm banjarbaru

www.depapuyu-farm.com – Anda pernah mendengar istilah budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok?

Sistem ternak lele bioflok akan meningkatkan keuntungan hasil panen ikan lele hingga 10x lipat lho!!

Ingin tahu caranya?
Simak artikel ini sampai akhir!

Sebenarnya apa sih sistem bioflok itu?

Banyak peternak lele modern yang menggunakan sistem ternak lele bioflok.

Bioflok asal katanya “bio” yang artinya kehidupan dan “floc” yang artinya gumpalan.

Bioflok sendiri menurut istilah mengandung pengertian tentang sebuah bahan organik hidup yang menggumpal menjadi satu.

Pembesaran ikan lele hampir sama dengan pembesaran ikan nila.

Ternak lele bioflok mengandung pengertian dimana sistem budidaya lele akan semakin menguntungkan dengan memanfaatkan mikroorganisme yang bisa menggunakan limbah dari budidaya lele sistem bioflok itu sendiri.

Pertumbuhan mikroorganisme dan limbah budidaya ikan lele bisa diubah menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau biasa disebut dengan (flok) dengan bantuan bakteri non probiotik.

Gumpalan-gumpalan tersebut sebenarnya terdiri dari mikroorganisme air yang tersusun atas bakteri, fungi, algae, metazoa, protozoa, gastrotricha, nematoda, rotifera, dan organisme lainnya yang secara langsung bekerjasama dengan unsur partikel organik.

Lalu unsur tersebut akan berubah menjadi pakan ikan alami.

Proses perkembangan mikroorganisme dapat dilakukan dengan memberi tambahan probiotik lele bioflok.

Banyak produk probiotik yang tersedia di toko pertanian.

Penambahan probiotik ditambah dengan memasang aerator, yang kemudian secara langsung dapat menyuplai oksigen dan dapat mengaduk-aduk kolam.

INTINYA sistem bioflok adalah memanfaatkan organisme air dan limbah budidaya lele sistem bioflok untuk diolah lagi menjadi pakan lele.

Jadi Anda bisa menghemat pakan hingga 50%.

Sistem budidaya bioflok awalnya merupakan rangkaian sebuah teknologi yang bisa digunakan untuk pengolahan limbah secara lebih simpel dan bermanfaat.

Proses pengolahan limbah bisa diurai dengan menggunakan bahan organik yang unsurnya ialah limbah lumpur yang secara terus-menerus terus diaduk dan diaerasi.

Pengadukan ini sebenarnya bertujuan agar limbah dalam kondisi yang padat yang bisa diurai oleh bakteri.

Pengadukan atau aerasi dalam sistem pengolahan limbah bisa terjadi karena bahan organik mengendap terus akan menimbulkan kondisi anaerob (tidak ada oksigen) pada limbah tersebut.

Bakteri anaerob dapat mengurai bakteri anorganik berubah menjadi senyawa sederhana dan beracun yang isinya ialah Nitrit, H2S, ammonia, dan Metana.

Teknologi bioflok merupakan proses pengolahan limbah yang diterapkan di Thailand pada budidaya ikan nila.

Sebenarnya bukan hanya ikan nila, bisa juga pada ikan lele, gurami atau bahkan udang.

Sistem bioflok ini terus mengalami perkembangan dan selanjutnya dan bisa diterapkan pada budidaya udang.

Teknologi bisa terus berkembang sepanjang waktu dan terus diterapkan di berbagai Negara maju diantaranya ialah Brasil, Jepang, Australia, dan lain sebagainya.

Penerapan teknologi bioflok merupakan sistem budidaya ikan yang banyak dikembangkan di Indonesia dan masih modern atau belum terlalu lama dikembangkan.

Sehingga banyak membuat pembudidaya ikan lele yang ingin membuka usaha ternak lele bioflok.

Salam Sukses Bioflok dari Kami de’PAPUYU Farm Banjarbaru.
www.depapuyu-farm.com

3 tanggapan untuk “Ternak Lele Sistem Bioflok Tingkatkan 10x Lipat Hasil Panen Lho

  • 11 Agustus 2020 pada 1:14 pm
    Permalink

    I’m not sure exactly why but this website is loading incredibly slow
    for me. Is anyone else having this issue or is it a problem on my end?
    I’ll check back later and see if the problem still exists.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *