Menteri Susi Berharap Kata Penenggelaman tak Hilang dari UU Perikanan

Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengharapkan kata penenggelaman tidak sampai direvisi atau dihilangkan dari Undang-undang Perikanan yang saat ini dalam proses revisi di DPR RI.

“Saya harap revisi ini akan memperbaiki kelemahan dari UU Perikanan yang kita punya,” kata Menteri Susi Pudjiastiti saat membuka Diskusi Panel Revisi UU Perikanan di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta dikutip dari Antara, Senin, 21 Mei 2018.

Untuk itu, ujar dia, diharapkan tindakan untuk menenggelamkan kapal setelah dilakukannya penangkapan terhadap kapal penangkapan ikan secara ilegal, tidak pernah direvisi dari UU Perikanan.

Menteri Susi berpendapat bahwa bila kata-kata itu dihilangkan maka akan sukar untuk mendapatkan kepemilikan dari kapal-kapal pencuri ikan yang telah ditangkap.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengutarakan harapannya agar revisi tersebut dapat mengamankan Republik Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Apalagi, ia juga menyatakan bahwa pada masa lalu, aktivitas pencurian ikan sudah melembaga dan masuk ke berbagai oknum sehingga harus ada perombakan dari jajaran tertinggi pemerintahan yaitu presiden dan para menterinya.

Menteri Susi juga menegaskan bahwa aktivitas pemberantasan pencurian ikan yang dilakukan di Indonesia sangat sukses dan disebut pula bahwa tidak ada yang sesukses di Indonesia.
(SAW)

2 tanggapan untuk “Menteri Susi Berharap Kata Penenggelaman tak Hilang dari UU Perikanan

  • 13 Agustus 2020 pada 10:48 pm
    Permalink

    Hello, i read your blog from time to time and i own a similar one and i
    was just wondering if you get a lot of spam comments?
    If so how do you protect against it, any plugin or anything you can advise?

    I get so much lately it’s driving me mad so any
    assistance is very much appreciated.

    Balas
  • 14 Agustus 2020 pada 10:08 am
    Permalink

    It’s wonderful that you are getting ideas from this post as well as from our discussion made at this time.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *