Kementerian Kelautan dan Perikanan : Lele Bioflok Solusi Penuhi Kebutuhan Gizi di Masyarakat

Sumber berita : https://kkp.go.id/artikel/2211-lele-bioflok-solusi-penuhi-kebutuhan-gizi-masyarakat

www.depapuyu-farm.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan peran dalam menopang ketahanan pangan nasional.

Produk pangan berbasis ikan saat ini menjadi andalan utama, seiring mulai terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat dari protein berbasis daging merah menuju protein daging putih (ikan).

Saat ini konsumsi ikan masyarakat Indonesia baru mencapai 40 kg per kapita per tahun. Nilai ini masih jauh di bawah tingkat konsumsi negara lain seperti Jepang yang mencapai 110 kg per kapita per tahun, dan Malaysia yang mencapai 70 kg per kapita per tahun.

Oleh karena itu, KKP memproyeksikan sampai dengan tahun 2019, tingkat konsumsi ikan naik menjadi > 50 kg per kapita per tahun. Dengan target tersebut setidaknya dibutuhkan suplai ikan sebanyak ± 14,6 juta ton per tahun, di mana sekitar 60 persen dari angka tersebut akan bergantung pada hasil produksi perikanan budidaya.

Sebelumnya, dalam ajang Festival Kuliner Ikan Nusantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengimbau masyarakat untuk mulai melirik ikan sebagai sumber pangan dengan membiasakan mengkonsumsi ikan setiap hari.

Menteri Susi menilai, tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, bahkan di level ASEAN sekalipun. Padahal menurutnya, ikan merupakan sumber protein yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas kecerdasan generasi bangsa ini.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyampaikan bahwa untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional yang semakin tinggi, langkah utama yang perlu dilakukan adalah inovasi teknologi yang efektif dan efisien.

Menurut Slamet, saat ini upaya mewujudkan ketahanan pangan mau tidak mau harus dihadapkan langsung dengan fenomena perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan global.

Di sisi lain perkembangan sektor industri dan ledakan jumlah penduduk juga turut memberikan kontribusi dalam mereduksi lahan sektor yang berbasis pangan. Ini perlu diantisipasi karena secara langsung akan berdampak pada penurunan suplai bahan pangan bagi masyarakat.

KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya telah melakukan upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) budidaya dan terbukti berhasil. Salah satunya yaitu inovasi teknologi budidaya ikan Lele sistem bioflok.

Teknologi budidaya ikan lele sistem bioflok adalah suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

Teknologi bioflok menjadi sangat popular saat ini karena mampu mengenjot produktivitas lele yang tinggi, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas dan hemat air.

“Bioflok ini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, apalagi saat ini produk Lele sangat memasyarakat sebagai sumber gizi yang digemari,” terang Slamet.

Salam dari de’PAPUYU Farm BJB

#INOVASIBIOFLOK

3 tanggapan untuk “Kementerian Kelautan dan Perikanan : Lele Bioflok Solusi Penuhi Kebutuhan Gizi di Masyarakat

  • 11 Agustus 2020 pada 11:13 am
    Permalink

    I was pretty pleased to find this page. I
    want to to thank you for your time for this wonderful read!!
    I definitely liked every bit of it and I have you book-marked to check out new things in your site.

    Balas
  • 13 Agustus 2020 pada 9:08 pm
    Permalink

    I was suggested this web site by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as nobody else
    know such detailed about my problem. You’re amazing! Thanks!

    Balas
  • 14 Agustus 2020 pada 2:23 pm
    Permalink

    I am regular visitor, how are you everybody?
    This article posted at this website is really pleasant.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *