Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflok Hasilnya Bisa 10 Kali Lipat Lho

Sumber berita di : https://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/11/23/ny9rm4284-budidaya-lele-bersistem-bioflok-hasilnya-10-kali-lipat

www.depapuyu-farm.com — Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan mendukung pembudidayaan ikan lele menggunakan sistem bioflok. Sistem ini dinilai jauh lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan lele hingga 10 kali lipat dari budidaya biasa.

“Jika di kolam biasa satu meter kubik bisa dimuati 60 ekor lele, maka di kolam bioflok yang sama bisa berisi 600 lele,” kata Kepala Bidang Pelayanan Teknis Sosial Ekonomi Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan Catur Pramono Adi di sela Bimbingan Teknis Teknologi Adaptif Kelautan dan Perikanan di Subang, Jabar, Senin (23/11).

Catur Pramono Adi menuturkan pada sistem bioflok tidak diperlukan lahan kolam yang luas untuk budidaya lele. Cukup kolam buatan menggunakan bahan terpal dengan rangka bambu atau besi. Namun, dengan kualitas air yang ditingkatkan menggunakan mesin airator yang memasok sirkulasi oksigen dalam kolam.

Budidaya ikan lele sistem bioflok dilakukan dengan menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya itu sendiri menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang justru bermanfaat sebagai makanan alami ikan.

Pertumbuhan mikroorganisme dipicu dengan cara memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) berupa minyak dari tepung ikan yang difermentasi dan molase (tetes tebu) ke dalam kolam, ujarnya.

“Setelah beberapa hari dan muncul jentik-jentik mikroorganisme baru ditebarlah benih ikan lele ukuran sekitar 7-10 cm. Jika keasaman kolam meningkat dinetralisir dengan garam dan kapur karena pada sistem ini air yang berkualitas diutamakan,” kata Catur.

Dalam waktu 45 hari, lele yang sudah berbobot enam-sembilan ekor per kg tersebut siap panen, tambahnya.

Sistem bioflok yang diperkenalkan oleh Suprapto ini, lanjut dia, mampu mendongkrak produktivitas karena dalam kolam yang sempit dan waktu yang relatif singkat dapat diproduksi ikan lele yang berlipat kali lebih banyak, sehingga biaya produksi berkurang dibandingkan dengan budidaya secara konvensional.

“Panen lele dengan sistem ini melimpah, kolam yang kecil saja bisa berisi lele siap konsumsi yang bertumpang tindih seperti cendol. Bila harga lele Rp 18-20 ribu per kg pembudidaya lele untung besar,” katanya.

Salam Bioflok dari Kami de’PAPUYU Farm Banjarbaru. www.depapuyu-farm.com –

4 tanggapan untuk “Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflok Hasilnya Bisa 10 Kali Lipat Lho

  • 10 Agustus 2020 pada 12:52 am
    Permalink

    Somebody essentially lend a hand to make severely posts I’d state.
    That is the first time I frequented your web page and so far?

    I surprised with the analysis you made to make
    this actual publish extraordinary. Great job!

    Balas
  • 10 Agustus 2020 pada 4:17 pm
    Permalink

    I have been browsing online more than three hours today, yet I never found any interesting article like yours.
    It’s pretty worth enough for me. Personally, if all
    webmasters and bloggers made good content as you did, the web will be
    a lot more useful than ever before. adreamoftrains web host

    Balas
  • 10 Agustus 2020 pada 7:26 pm
    Permalink

    I like the helpful information you provide in your articles.
    I will bookmark your weblog and check again here
    regularly. I’m quite certain I’ll learn lots
    of new stuff right here! Best of luck for the next!

    Balas
  • 14 Agustus 2020 pada 12:49 pm
    Permalink

    Can you tell us more about this? I’d love to find out some additional
    information.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *