Uncategorized

Bisnis Perikanan Sistem KJA dan Bioflok (2) oleh Guru Besar Fakultas Perikanan ULM Prof Idiannor Mahyudin.

www.depapuyu-farm.com – ADA APA, apa ada apa-apanya.

“Bisnis Perikanan Sistem KJA

dan Bioflok” (2)

————–

Berdasarkan hasil KUTILANG (Kunjungan Tinjau Lapang) saya ke lokasi bisnis perikanan dapat saya sampaikan informasi penting terkait hal tsb. Semoga berguna bagi pebisnis, pengamat, pemerintah, dan dosen/para pendidik dalam kompetensinya.

Bisnis perikanan melalui sistem bioflok di kolam adalah langkah kreatif menuju bisnis yang menguntungkan. Selain itu untuk menepis anggapan bahwa usaha perikanan di kolam yang dianggap becek atau kotor, melalui sistem ini kondisi usaha atau bisnis dijamin dalam lingkungan yang bersih, tidak becek, tidak kotor. Hal terpenting lagi pertumbuhannya lebih bagus dan terkontrol dan secara rutin lingkungan air dapat didaur ulang dengan cepat sehingga prinsip dasar lingkungan dan efisiensi sekaligus tercapai.

Sekarang ini ikan papuyu masih tetap digemari khususnya menurut selera masyarakat lokal, sementara produksi di alam sudah berkurang juga ukurannya makin kecil karena lingkungan alami yang terganggu akibat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan antara lain melalui setrum. Maka bisnis pembesaran ikan papuyu sangat prospektif. Masalahnya ketersediaan benih ikan papuyu masih sangat kurang untuk mencukupi keperluan bisnis pembesaran yang makin marak akhir-akhir ini baik di kolam silinder sistem bioflok maupun KJA dan kolam pada umumnya.

Ikan jenis lain yang juga masih menarik untuk dikembangkan adalah ikan patin. Lebih banyak diusahakan masyarakat seperti juga nila, ikan mas, tawes. Hal ini didukung ketersediaan pembenihan yang cukup. Artinya bisnis pembenihan ikan patin, nila, mas, tawes sangat prospek karena banyak pemesan yang rutin mengembangkan usahanya. Selain ketiga jenis ikan tersebut ternyata ikan lele cukup banyak permintaan di pasaran sehingga masih layak dikembangkan dalam bisnis budidaya ikan melalui sistem bioflok.

Masalah yang paling mendasar dalam bisnis pembesaran ikan sekarang adalah makin mahalnya harga pakan. Tidak lama beberapa tahun yang lalu harga pakan hanya Rp.150.000,-per zak sebelumnya lebih rendah lagi sekarang Rp.450.000,-per zak, untuk keperluan pakan ikan nila di KJA Riam Kanan mencapai 100 zak per unit KJA selama 5-6 bulan. Jika pebisnis memiliki 10 unit x 100 x Rp.450.000,-

Adanya kenaikan dolar atas rupiah turut memicu naiknya harga pakan karena bahan baku pakan masih diimpor. Sayangnya ketika nilai dolar turun harga pakan tetap tinggi. Sementara harga ikan tidak pernah mencapai kenaikan 100% meskipun saat puncak permintaan ikan air tawar naik. Bandingkan dengan kenaikan harga pakan 300%. Belum termasuk kenaikan alat dan bahan pendukung misal oksigen.

Salam THTi Produktif.

20 Maret 2019.

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1961104647334183&id=100003040011460

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *